Untukmu dan untukku yang sedang berjuang di semester akhir

Jika saat ini kau masih malas menyentuh laptopmu dan menulis proposalmu, sadarlah, bangun dari mimpimu yg ingin cepat lulus itu. Skripsimu tak akan selesai dengan sendirinya jika tak kau kerjakan. Laptopmu pun tak akan mengetik jika tak kau tekan tutsnya.
Jika kau masih berfikir ‘ah si A juga belum selesai, si B juga belum selesai, bahkan si C dan D juga belum selesai’ hellooo jangan lihat si ABCD, lihatlah si F yang hampir mencapai garis finish, jauh meninggalkanmu. Jika kau masih mengatakan ‘gak ada teman’ aarrgghh rasanya ingin kupukul orang yg mengucapkan itu. Apakah jika temanmu mengatakan ‘aku nanti aja lah’ lalu kau akan mengikutinya? Dengan dalih ‘biar ada teman’?? Hmm.. berjuanglah seorang diri, tak perlu menunggu temanmu untuk berjuang. Ingatlah orang tuamu, dan berjuanglah untuk mereka.
Kau telah berjuang dan mulai lelah karna tak kunjung dapat ACC dari dosen pembimbingmu? Hei itu artinya kau sedang dipersiapkan untuk hasil yg lebih memuaskan. Tenang, semakin banyak kau diberikan PR dari dosenmu, semakin banyak kau mencari tau, semakin siap pula kau menghadapi pengujimu. Dosenmu tak akan menyusahkanmu, yakini saja itu dalam dirimu. Lalu, PR yg diberikan jangan terlalu lama kau diamkan, carilah dan tanyakan pada temanmu yg lebih menguasainya. Ajaklah si F berdiskusi, setidaknya si F sudah melalui tahap yg belum kau lalui. Dan F, bantulah temanmu jika kau dapati kesulitan sedang dilaluinya. Pedulilah tanpa harus menunggu dia yg mencarimu. Tenang saja, urusanmu tidak akan terbengkalai jika kau membantu temanmu. Akan ada Allah yg juga akan membantumu.
*back* Jika masih tak kunjung kau temui jawaban dari PRmu, jangan mundur dan menghilang lalu tak kau tampakkan lagi mukamu di depan dosenmu. Temui saja dosenmu, katakan bahwa PR yg diberikan sudah kau cari tau tpi masih tak kau temukan jawabannya. Bisa jadi nanti kau akan diberikan jawaban, atau paling tidak reverensi, atau bahkan PR lagi. Hehe..
Setidaknya dalam masa pencarian (jawaban PR)mu, kau PASTI akan menemukan ilmu baru yg mungkin saja akan ditanyakan oleh pengujimu nantinya. Jika ternyata kau diberikan reverensi berbahasa inggris yg tidak begitu kau pahami, jangan menyerah dulu. Cobalah baca perlahan, tandai kata yg tak kau mengerti, carilah di kamus, tanyakan pada temanmu yg ahli dalam bahasa inggris. Terkadang yg kau kira sulit, justru akan lebih banyak membantumu.
Satu hal lagi, jangan bangga jika proposalmu bersih tak di corat-coret oleh pembimbingmu, justru cemaslah. Tanyakan sendiri pada dirimu seberapa yakin kau mengerjakan proposalmu? Periksalah kembali, periksa kata demi kata yang kau tulis, pahami, revisi lah sendiri meski pembimbingmu tak mencoret itu. Mintalah bantuan temanmu untuk membaca proposalmu dan tanyakan apakah mengerti dengan kalimat yg kau tulis itu. Jika kau berfikir ‘nanti dia tau dong trus nyontek ideku’ haaahh kau tak akan pernah maju jika selalu ber-negative thinking seperti itu. Mintalah bantuan pada teman yg kau percaya, yg sudah memiliki idenya sendiri (jika kau berfikir demikian). Lagipula untuk apa orang lain mencuri idemu? Ini saatnya untuk tolong-menolong, bukan curi-mencuri!! Bukankah mengenakan toga beramai-ramai lebih mengasyikkan daripada sendirian?
Kau mengeluh karna tidurmu yg hanya beberapa jam saja? Hmm.. sekali lagi aku tanya, mau maju kan? Yaaah begitulah perjuangannya. Bukankah orang hebat diluar sana hanya tidur 3 jam saja? Tenanglah, tak selamanya kau mengalami hal ini, akan ada waktunya nanti kau bisa tidur nyenyak 8 jam.
Yang paling pertama dan utama, kau punya Tuhan, kau punya Allah yang melihat semua usahamu. Serahkan semua kepadaNya. Bersujudlah di sepertiga malam untuk kelancaran skripsimu. Mintalah, menangislah, dan berserah dirilah padaNya. Ingatlah wajah orang tuamu dan berjuanglah untuk membahagiakan mereka. Jika kau letakkan Allah dan orang tuamu dalam hatimu, Allah juga lah yang akan menggerakkan hati pembimbing dan juga pengujimu.
Yakinlah, tak ada sesuatu yg sia-sia. Jika semua usaha telah kau kerahkan, berserah dirilah tahap selanjutnya. Jika kesulitan kembali menggoyahkan tekadmu, ucapkanlah dan yakinilah dalam dirimu bahwa “Tidak ada kemudahan kecuali apa yang DIA jadikan mudah. Sedangkan yang sulit bisa DIA jadikan mudah apabila DIA menghendakinya menjadi mudah”
Perjuangan mahasiswa semester akhir memang tidaklah mudah, namun akan menjadi indah saat kau kenang ketika mengenakan toga.
#selfreminder #selfreminder #selfreminder

– ISR –
*di sela-sela revisi dan instrumen yg belum kunjung usai*
28 Okt 2016

Advertisements
Categories: Uncategorized | Leave a comment

Semangat Bangkit, Matahari Terbit

Yukata

Yukata

Ketertarikanku terhadap Jepang bermula ketika pertama kali aku memasuki kampus baruku.Sebagai mahasiswa baru, aku hanya meng-iya-kan saja setiap organisasi yang mempromosikan UKM nya ketika ospek dulu. Sampai saat kakak senior mempresentasikan UKM budaya Jepang dengan menggunakan Kimono dan fasih berbicara dalam bahasa Jepang, aku mulai tertarik untuk bergabung dengan organisasi yang satu ini. Dan mulailah kutuliskan namaku di formulir pendaftaran.

Pertemuan pertama belajar bahasa Jepang aku juga sempat kagum sekaligus kaget, karena langsung dihadirkan orang asli Jepang dan dosen yang mengajarkannya pun lulusan Jepang dengan kualitas yang sangat baik pula. Namun aku sedikit kesulitan untuk mengikuti pelajaran, mengingat saat itulah pertama kalinya aku mengenal bahasa dan huruf-huruf Jepang, sedangkan teman yang lain justru banyak yang sudah belajar sejak mereka duduk di bangku SMA jadi hanya tinggal mengulang dan mendalami. Tanganku pun masih sangat kaku untuk menulis huruf-huruf hiragana, katakana, terutama huruf kanji. Apalagi di akhir pertemuan pertama langsung diadakan tes mengenai materi yang diajarkan hari itu, dan bagi yang bisa menjawab berkesempatan untuk mengunjungi pertemuan dengan orang-orang Jepang dan makan makanan Jepang di salah satu hotel di Jakarta dan yang lebih menariknya lagi semuanya free alias GRATIS.

Cosplayer

Cosplayer

Tapi sayangnya aku kalah cepet dalam menjawab tes yang diajukan. Kecewa memang, tapi aku tidak menyerah sampai disitu. Ketika sensei bilang minggu depan akan ada tes lagi dan yang bisa menjawab akan diajak untuk mengunjungi Jak-Japan Matsuri di Jakarta, aku kembali terpacu bersama sang waktu. Aku mulai belajar membaca dan menulis dengan huruf Jepang selama satu minggu, dan saat itu juga aku tulis sebuah kalimat “go to Japan” di selembar kertas dan kutempel di kamarku sebagai motivasi untuk diriku bahwa aku akan menginjakkan kaki di negeri matahari terbit itu nantinya. Ketika pertemuan berikutnya dan tes di akhir pertemuan diadakan, aku bisa menjawab beberapanya, walaupun masih ada juga yang salah. Akan tetapi pengumuman hasil tes sedikit berbeda dari sebelumnya. Hasil tes akan diumumkan keesokan harinya di media sosial facebook, jadi makin membuat dag-dig-dug. Dan ternyata, sungguh alhamdulillah, belajarku tak sia-sia. Aku berhasil dalam tes kedua ini dan berkesempatan untuk ikut Jak-Japan Matsuri, festival kebudayaan tahunan antara Kedutaan besar Jepang dan Indonesia yang diadakan di Jakarta, yang akan menghadirkan banyak orang Jepang, makanan khas Jepang, budaya Jepang, dan semua hal mengenai Jepang.

Narita-Shimizu

Narita and Shimizu

Taraa.. hari keberanngkatanpun tiba. Walau perjalanan Tangerang-Jakarta cukup padat namun sama sekali tidak menyurutkan semangat kami. Saat memasuki pelataran monas aku sudah sedikit gugup, padahal yang terlihat baru jejeran panjang spanduk -yang bertuliskan Jak-Japan Matsuri tentunya-. Dengan antrian yang cukup padat, rombongan kami berhasil masuk ke festival tersebut. Tanpa membuang-buang waktu, langsung saja aku menikmati apa yang ada disana.

Mulai dari menonton acara puncak pembukaan festival dengan menabuh genderang Jepang, makanan khas Jepang (kokigori, takoyaki, okonomiyaki, yakisoba, yakiudon, ringoame, yakionigiri), melihat dashi (arak-arakan khas jepang), memakai Kimono, sampai berfoto bersama cosplayer yang mengenakan kostum anime yang unik. Selain itu ada juga lomba nyanyi yang berbeda dari biasanya. Disana orang Indonesia di haruskan menyanyikan lagu Jepang, dan orang Jepang menyanyikan lagu Indonesia. Menjadi hiburan tersendiri ketika mendengar orang Jepang menyanyikan lagu Bang Toyib dengan aksen Jepang yang sangat kental. Hari itu kami lalui dengan hati yang puas. Kami kembali setelah senja, ya saat sang mentari hanya tinggal mengintip untuk pamit.

dream

My dream ^^

Tidak sampai disitu, ketika pelajaran berikutnya dimulai kembali, kami juga dikunjungi oleh dua orang mahasiswa asli Jepang yang sedang pertukaran di kampusku, namanya Narita dan Shimizu. Banyak sekali ilmu yang kami dapat dari mereka, mulai dari memasak langsung takoyaki, dan otonomiyaki, sampai makanan kesukaan doraemon, yap dorayaki. Dan banyak hal lain yang tidak cukup untuk disebutkan. Semua hal itu makin membuat semangatku bangkit untuk mengejar salah satu mimpi besarku, menimba ilmu di negeri matahari terbit.

Categories: Serba-serbi :) | Leave a comment

Bekerja dengan Hati, Memberi Penuh Kasih..

d8c995decc9172dff4853ad1161c3186Ketika pertama mendengar “Komunitas Sedekah Harian” banyak pertanyaan yang ada dipikiranku. Apakah kerjaannya setiap hari hanya sedekah? Atau mengajak orang untuk sedekah? Atau apa? Untuk apa? Dan sebagainya.

Singkat cerita, aku diundang dalam satu event di group facebook, yaitu pembentukan kepengurusan komunitas sedekah harian chapter tangerang. Nah loh tambah bingung kan, belum apa-apa udah kepengurusan. Dengan kebimbangan yang cukup tinggi (ceilee) aku ikut juga kegiatan ini. Dengan menempuh perjalanan sekitar 45 menit dan bergonta-ganti angkot 3 kali, akhirnya sampai juga di lokasi. Saat itu kegiatannya dilaksanakan di taman kota 1 BSD. Awalnya sempat celingak-celinguk, karena memang tempat ini belum pernah aku kunjungi. Untungnya udah ada bang Azis yang nungguin di pintu gerbang, itu loh sang presiden sedekah harian (waw).

Berkenalan dengan orang-orang baru dan menambah ilmu baru merupakan salah satu tujuanku mengikuti kegiatan ini. Kegiatan dimulai dengan penjelasan dari bang Azis terlebih dahulu. Nah disana aku baru tau kalo komunitas ini kerjaannya bukan hanya sedekah, tapi juga banyak kegiatan menarik lain yang dilakuin. Hilang deh kebimbanganku di awal tadi. Hehe

Kegiatan pertama yaitu games. Kami dibagi menjadi beberapa kelompok yang setiap kelompoknya beranggotakan 4 orang. Disana kami menjual air mineral gelas yang harga normalnya 500 rupiah, dengan harga minimal 1000 rupiah, tentunya dengan tujuan untuk disedekahkan.

BW_bgacCIAA7jFI

kelompok1

Mengelilingi taman kota dan menjajakan ‘dagangan’ menjadi hal yang menyenangkan. Dari sana kami berinteraksi dan bertegur sapa dengan orang-orang dengan kesibukannya masing-masing. Penjualan pertama air mineral kami dibeli dengan harga 2000 rupiah. Yah lumayan, permulaan yang cukup baik. Kembali lanjut mengitari taman kota, bapak dan ibu yang kami tawarkan saat itu. Ketika dijelaskan, beliau memberikan seribu rupiah tapi tidak mau mengambil air mineralnya, katanya biar sedekah aja. Alhamdulillah, air mineral bisa kami jual ke pembeli yang lain. Dan yang paling mengesankan ada yang membayar 20.000 bahkan 50.000 untuk pembelian satu air mineral gelas yang hanya seharga 500 rupiah! Waaw subhanallah kan 🙂 Pendapatan di pertemuan pertama ini bisa dikatakan luar biasa.

BXAZEsLCIAAOt41     Rp50.000 untuk satu air mineral Rp500BW_gjiaCUAAeg6BRp20.000 untuk satu air mineral Rp500

Selesai dari berkeliling menjajakan dagangan, kami semua dikenalkan dengan pengurus sedekah harian pusat dan kemudian pembentukan kepengurusan komunitas sedekah harian chapter Tangerang. Dan terpilihkan Khaikal Mulki sebagai ketua, Al-Fiki sebagai sekretaris, saya sendiri sebagai bendahara, dan Sulaiman sebagai ketua program. Sebuah tanggung jawab yang tidak mudah sekaligus amanah yang sangat berat.

Dan inilah kami, para pahlawan masa kini yang bekerja dengan hati untuk memberi dengan penuh kasih. InsyaAllah.. 🙂

BW_rjO0CMAA6UC8

BXABjYQCIAAIYeo

Categories: Serba-serbi :) | 2 Comments

Ramadhan -> Lebaran *Perubahan apa yg terjadi? *

1

2

3

4

5

6

7

8

9

Categories: Serba-serbi :) | Leave a comment

PENGARUH PENGGUNAAN VCD INTERAKTIF DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI 85 PALEMBANG

PENGARUH PENGGUNAAN VCD INTERAKTIF

DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA

TERHADAP MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR

SISWA KELAS IV SD NEGERI 85 PALEMBANG


Makalah

Disusun sebagai materi ujian akhir semester genap

pada mata kuliah bahasa Indonesia tahun 2013

Oleh

IRA SILVIANA RAHMAN

12010110050

logo stkip surya

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SURYA

TANGERANG

2013

Abstrak

            Pembelajaran dengan menggunakan multimedia dikembangkan atas dasar memenuhi kebutuhan peserta didik dalam proses belajar, karena pada kenyataannya siswa merasa tidak termotivasi dalam belajar apabila dengan metode pembelajaran yang terlalu monoton, apalagi dalam mata pelajaran matematika. Pengajaran yang terkesan membosankan mengakibatkan siswa merasa sukar dalam memahami materi yang diberikan guru. Akibatnya minat belajar siswa mengalami penurunan dan selanjutnya prestasi belajar pun menurun. Hal ini merupakan indikator di dalam mengetahui kualitas pembelajaran yang ada.

Proses belajar akan lebih bermakna bagi siswa apabila guru mengahadirkan situasi yang baru ke dalam kelas dan mengajak siswa menyaksikan VCD interaktif untuk mendukung siswa di dalam belajarnya. Strategi pembelajaran sangat diperlukan untuk menentukan prestasi belajar. Prestasi belajar diharapkan lebih bermakna bagi siswa untuk berpikir kritis, melaksanakan observasi dan menarik kesimpulan. Agar siswa dapat belajar lebih efektif maka hendaknya diterapkan pembelajaran dengan media VCD interaktif.

Setelah memerhatikan fakta yang ada, penulis merasa tertarik untuk membuktikan apakah dengan menggunakan media pembelajaran yang menampilkan animasi dapat meningkatkan prestasi dan motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika yang dianggap sangat membosankan. Untuk mendapatkan hasil

yang akurat, penulis akan memaparkan analisis terhadap hasil belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran VCD interaktif.

Pendahuluan

Pelajaran matematika seringkali menjadi momok menakutkan bagi banyak siswa. Bahkan terkadang seorang siswa rela tidak masuk kelas hanya karena pelajaran matematika. Hal ini disebabkan karena mindset mereka sudah menjadikan matematika sebagai pelajaran yang sulit untuk dipahami. Dari sinilah peran seorang guru sangat dibutuhkan dalam proses belajar-mengajar. Bukan hanya materi pelajaran, metode pembelajaran pun harus dibenahi. Pembelajaran akan lebih bermakna bagi siswa apabila guru menghadirkan situasi yang baru ke dalam kelas dan mengajak siswa menyaksikan media audiovisual untuk mendukung siswa di dalam belajarnya.

Guru sebagai salah satu peningkat mutu pendidikan perlu menyesuaikan kemampuannya sesuai tuntutan perkembangan pendidikan dan teknologi di masyarakat, karena dalam era globalisasi modern ini, ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang pesat serta semakin menentukan. Perkembangan ilmu pengetahuan telah memengaruhi pola hidup dan pola pikir manusia yang secara implisit terkait dalam perkembangan pendidikan. Pendidikan mempunyai peranan yang penting dalam peningkatan sumber daya manusia yang terdidik dan terampil. Sumber daya manusia yang terdidik ini akan dapat dengan mudah menyerap informasi baru dengan efektif, sehingga mereka mempunyai kemampuan yang handal dalam menyesuikan diri dengan perubahan zaman.

Mengapa harus dibutuhkan media di dalam proses pembelajaran? Pertanyaan yang sering muncul adalah mempertanyakan pentingnya media dalam sebuah pembelajaran. Dalam hal ini, VCD interaktif menjadi salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan. Sebelumnya, kita harus mengetahui terlebih dulu konsep abstrak dan konkrit dalam pembelajaran, karena proses belajar mengajar hakekatnya adalah proses komunikasi, penyampaian pesan dari pengantar ke penerima. Pesan berupa isi atau ajaran yang dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi baik verbal (kata-kata dan tulisan) maupun nonverbal.

Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah yang dapat diambil dari makalah ini yaitu adakah pengaruh media pembelajaran, yaitu VCD interaktif, terhadap motivasi dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran matematika?

Perumusan masalah di atas dapat dituangkan dalam tujuan dari penyusunan makalah ini yaitu agar dapat memotivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran di dalam kelas dengan memanfaatkan multimedia pembelajaran interaktif, dan mengetahui apakah penggunaan media VCD interaktif dapat meningkatkan hasil belajar siswa.

Analisis

Pembelajaran adalah suatu proses hubungan belajar dan mengajar antara pendidik dan peserta didik. Tugas dan tanggung jawab utama seorang pengajar adalah mengelola pembelajaran dengan lebih efektif, dinamis, efisien, dan positif, yang ditandai dengan adanya kesadaran dan keterlibatan aktif diantara pendidik dan peserta didik.

H.W Fowler dalam Pandoyo (1997: 1) yang menyatakan bahwa ”matematika merupakan mata pelajaran abstrak, sehingga guru dituntut untuk dapat mengupayakan metode yang tepat sesuai dengan perkembangan mental siswa”. Untuk itu diperlukan model dan media pembelajaran yang dapat membantu siswa untuk mencapai kompetensi dasar dan indikator pembelajaran.

Pengertian media seperti dinyatakan oleh Sharon Smaldino, James D. Russel, Robert Heinich, dan Michael Molenda (2005: 9) yang menyatakan bahwa Media adalah alat komunikasi dan sumber informasi, diambil dari bahasa latin yang berarti antara, istilah ini mengacu kepada segala hal yang membawa informasi antara sumber dan penerima, contohnya termasuk video, televisi, diagram, materi tertulis, program komputer, dan instruktur.

Pembelajaran dengan media VCD (video compact disc) adalah pem-belajaran dalam penyampaian pesan atau informasinya menggunakan media pandang dengar berupa kepingan dibantu CD player dan televisi. Berdasarkan pendapat yang dikemukakan oleh Smaldino dapat dimaknai bahwa media merupakan sarana komunikasi dalam pembelajaran. Dengan media yang tepat maka informasi dalam pembelajaran dapat diterima oleh siswa dengan baik. Hal ini bertujuan agar jangan sampai dalam penggunaan media menjadi penghalang proses belajar mengajar yang digunakan oleh guru di kelas.

Motivasi belajar adalah suatu kekuatan yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mempengaruhi tingkah lakunya untuk bekerja atau belajar karena adanya kebutuhan untuk berprestasi.

Sebagai bahan perbandingan untuk mengetahui motivasi dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran matematika dengan menggunakan media VCD interaktif, penulis melakukan penilaian dengan pengerjaan soal (tes) mengenai materi matematika bangun ruang sebelum menggunakan VCD (metode ceramah) dan setelah menggunkana media VCD. Selain itu, penulis juga melihat kehadiran dari masing-masing siswa yang dilakukan selama 2 hari penelitian dengan menggunakan VCD interaktif untuk mengetahui motivasi belajar mereka dan membandingkan tingkat kehadiran pada 2 hari sebelumnya yang belum menggunakan media pembelajaran VCD interaktif.

Nilai Siswa Kelas IV SD N 85 pada Mata Pelajaran Matematika

Nama

Nilai

Kehadiran (hari)

Sebelum menggunakan media VCD

Setelah menggunakan media VCD

 

Sebelum

 

Setelah

Aryani Marantika

75

88

1

2

Angga Saputra

88

92

2

2

Alimul Hakim

79

85

1

2

Bubin Florayu

70

80

2

2

Devira Aprilla

87

95

1

2

Fitri Astrea

92

94

2

2

Gusti Ayu

90

90

2

2

Hilda Saputri

83

90

2

1

Iman Nur Karim

94

87

1

1

Muhammad Abduh Nur

68

88

2

Muhammad Mustaqim

70

75

2

Nina Indriyati

85

88

1

2

Ovan Savala

72

80

1

1

Oktarina

69

85

1

1

Putri

86

90

2

2

Riky Pratama

90

86

1

2

Sulasia

78

85

1

1

Trilia Rukmana

65

88

1

Winda

85

92

1

2

Yhozi Pratama

90

90

2

1

Rata-rata

80.80

87.40

 

 

Berdasarkan data yang penulis peroleh dari hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa penerapan VCD interaktif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IV SD Negeri85 Palembang dalam mata pelajaran matematika. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan rata-rata nilai siswa dari hasil tes, yaitu pada rata-rata sebelum menggunakan VCD interaktif, nilai tes awal 80,80 meningkat menjadi 87,40 pada saat setelah menggunakan VCD interaktif. Selain itu, tingkat kehadiran siswa pun meningkat setelah belajar dengan menggunakan VCD interaktif. Hal ini menunjukan bahwa dengan menggunakan media audiovisual, siswa bisa lebih tertarik dalam mengikuti pelajaran yang diberikan. Hal ini juga terbukti dari kemampuan guru memvariasikan metode dalam pembelajaran dan meningkatnya kemampuan guru dalam memilih bahan dan media pembelajaran.


Penutup

            Berdasarkan penelitian dan data yang didapat, penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan multimedia muncul dan berkembang berdasarkan permasalahan yang timbul dalam penerapan teknologi dalam proses pembelajaran dan kejenuhan dan kurang komunikatifnya penyampaian materi pelajaran di dalam kelas yang dapat memotivasi belajar peserta didik.

            Setelah melihat dan memerhatikan hasil tes yang dilakukan pada pelajar dengan metode yang berbeda, dapat disimpulkan pula bahwa dengan menggunakan media audiovisual, yaitu VCD interaktif,sang anak mampu berimajinasi dan berpikir lebih luas. Hal ini sangat berpengaruh dalam proses perkembangan pelajar, karena dengan meningkatnya prestasi belajar, motivasi dalam belajar itu pun bisa terus meningkat. Selain itu, VCD interaktif memudahkan proses pembelajaran dan menumbuhkan kekreatifan dan keinovasian bagi para pendidik dalam mendesain pembelajaran yang komunikatif dan interaktif serta sebagai jalan permasalahan ditengah kesibukan pendidik.

            Oleh karena itu, sebagai penunjang pola pikir anak, penggunaan VCD interaktif sangat dianjurkan untuk digunakan di setiap sekolah yang memadai. Selain anak didik, para pendidik juga harus menguasai situasi dan kondisi dalam mengajarkan kepada anak didiknya agar dapat menciptakan lingkungan yang kondusif. Demi majunya dunia pendidikan haruslah dimulai dari seorang pendidik yang mampu menciptakan generasi baru yang bisa mengharumkan nama bangsa dengan berbagai prestasi yang diraih.

 

Daftar Pustaka

Admin. Pengaruh Penggunaan Media VCD  Pembelajaran Interaktif [Internet].2012 [diperbaharui 2012, diunduh 27November 2012]. Tersedia di http://muhamadinahtea.wordpress.com

Admin. Pemanfaatan Multimedia di Sekolah [internet]. 2013 [diperbaharui 2013, diunduh 2013]. Tersedia di http://mediabelajarplus.com

Sigit, Bambang, dkk. 2008. Pengembangan Pembelajaran dengan Menggunakan Multimedia. Semarang: Universitas Negeri Semarang.

Lodiman. 2012. Peningkatan Prestasi Belajar IPA Melalui Penggunaan Multimedia. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.

Hadi, Eka Putranto. 2009. Perbedaan Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Multimedia dengan VCD. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.

Categories: Kuliah | Leave a comment

Diabetes (Teknologi Vs Herbal)

Diabetes melitus merupakan penyakit di mana tingginya kadar gula dalam darah yang dapat menyebabkan aliran darah menurun, mempersempit pembuluh darah, dan memperkecil pasokan sari makanan serta oksigen. Hal ini juga di sebabkan oleh adanya gangguan pada fungsi insulin. Penderita diabetes melitus tidak bisa memproduksi atau merespon hormon insulin yang di hasilkan oleh pankreas, sehingga mereka tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan yang mengandung zat karbohidrat terlalu banyak. Untuk itu para penderita diabetes melitus harus mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar karbohidrat yang seimbang. Hal ini di karenakan sedikitnya hormon insulin dan sistem kinerja dari hormon insulin itu sendiri mengalami gangguan yang berperan sebagai pembantu pengubah zat karbohidrat menjadi energi. Jika pada orang yang sehat karbohidrat yang di makan akan di olah menjadi energi dengan bantuan insulin, pada orang yang menderita penyakit diabetes mellitus tidak demikian. Mereka kesulitan mengubah karbohidrat menjadi energi karena hormon insulin dan sistem kinerja insulin terganggu. Akibatnya, kekebalan tubuh berkurang. Infeksi bakteri dan patogen lain bisa mempercepat pembusukan luka sehingga tangan atau kaki sampai harus diamputasi.

Sebuah pembunuh bakteri baru ditemukan oleh dua mahasiswa dari Universitas Brawijaya. Kakak-beradik ini lantas membuat Biomedic Pulse Electric Field (PEC) yang ditujukan untuk menyembuhkan infeksi pada luka pasien diabetes mellitus atau kencing manis. Penyetruman koloni bakteri dilakukan dengan listrik bertegangan 9 volt dan frekuensi 900 hertz selama 10-20 menit. Hasilnya, koloni yang diestrum berkurang drastis. Paparan listrik selama waktu tertentu menyebabkan membrane sel bakteri hancur , sehingga bakteri akan mati. Penyetruman selama empat bulan secara rutin dengan PEC dapat menyembuhkan luka penderita diabetes. Padahal jika pengobatan dengan antibiotik membutuhkan waktu enam bulan. Hal ini menjadikan PEC alat terapi yang murah dan efisien.

Selain di bidang teknologi, penyembuhan diabetes juga bisa dilakukan dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal. Seperti halnya kunyit. Kunyit mengandung senyawa yang berkhasiat obat, yang disebut kurkuminoid yang terdiri dari kurkumin, desmetoksikumin dan bisdesmetoksikurkumin dan zat-zat manfaat lainnya. Tanaman yang termasuk salah satu tanaman rempah ini ternyata mampu mengobati penyakit diabetes melitus. Caranya adalah dengan mencampurkan 3 rimpang kunyit dan setengah sendok teh garam. Kedua bahan tersebut direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring dan diminum 2 kali seminggu setengah gelas. Tidak hanya kunyit, campuran daun sirsak dan kulit manggis pun dipercaya mampu menurunkan atau menjaga kadar gula dalam darah pada batasan normal, sehingga bermanfaat bagi penyandang diabetes. Kulit manggis berguna untuk mengurangi resistensi insulin pada penderita diabetes. Sedangkan sirsak mengandung zat gizi penting bagi tubuh. Antioksidan dalam kulit manggis dapat melindungi dan mencegah sel beta pancreas rusak akibat radikal bebas. Sel tersebut akan mengalami regenerasi sehingga kembali memproduksi insulin yang cukup untuk menurunkan gula darah.

 

Sumber :

Penyengat Bakteri Penderita Diabetes oleh Mahardika Satria Hadi dan Eko Widianto dari Majalah Tempo.

Cara Mengobati Penyakit Diabetes Melitus Tradisional dari http://caraobat.blogspot.com/

Cara Mengobati Diabetes dari http://caramengobatidiabetes13.wordpress.com/

Categories: Kuliah | Leave a comment

Tutorial Game “SIAYVA 1”

Scratch merupakan salah satu program yang dapat digunakan untuk membuat game. Nah, untuk postingan saya kali ini akan mengupas tentang cara membuat game. game ini saya beri nama “SIAYVA 1”. Apa itu SIAYVA 1? Berawal dari tugas pada mata kuliah Pengenalan Komputer2 untuk membuat game, munculah ide untuk memberi nama game ini “SIAYVA” yang merupakan singkatan dari Serly Ira AYu silViAna 😉 yaps, permainan ini merupakan tugas kelompok saya bersama Serly (rekan saya). Selain sebagai sarana hiburan, game ini juga merupakan game edukasi yang ditujukan untuk mengasah kemampuan berpikir dan berhitung dengan cepat. Berikut tampilan awalnya –>

1      awal

level

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu pertanyaan lagi, gimana sih cara membuatnya? yook kita simak penjelasan berikut *cekidot 😀

Hal pertama yang harus kita lakukan yaitu mengganti background game (caranya lihat di posting scratch sebelumnya). Untuk game ini saya menggunakan 10 buah background yang akan berganti setiap salah satu pilihan yang di-klik.

bg bg2

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Masukan pula suara-suara untuk mendukung keasyikan game ini

sound

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buat skrip seperti berikut untuk melakukan langkah awal pembuatan game ini

sbg

 

 

 

 

 

nah sekarang kita buat sprite yang pertama. Ganti/buat kostum pada sprite1

s12 s123

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buat skrip untuk dapat menjalankan sprite

s1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buat sprite kedua dengan membuat kostum untuk tombol ‘start’ dan buat skrip

start

 

 

 

 

 

 

Buat ‘back’

back

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buat how to play

how     how to

 

 

 

 

 

 

 

Ketika ‘start’ di-klik maka akan muncul tampilan baru (lihat gambar ke-3 diatas), dimana kita bisa memilih level game yang akan kita mainkan. Game ini terdiri dari 3 level yaitu easy, medium, dan hard

easy

 

 

 

medi

hard

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1. level easy

easy2

 

 

 

 

 

Untuk sprite uvo kita beri skrip

sp50

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk peluru diberi skrip

peluru     peluru2

peluru3     peluru4

peluru5

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dan untuk masing-masing balon kita buat skrip seperti ini
sp14

 

 

 

 

 

 

apabila berhasil menjawab semua soal yang tersedia, maka kita bisa melanjutkan ke level berikutnya (medium)

cong     congratulation

 

 

 

 

 

 

 

 

2. level medium

medium

 

 

 

 

 

Ikan besar kita beri sprite

sp23     sp23.2

 

 

 

 

 

 

 

dan masing-masing ikan kecil dibuat

sp24     sp24.2

 

 

 

 

 

 

Jika semua ikan telah dimakan habis, maka akan muncul

cong2

 

Categories: Kuliah | Leave a comment

^^

Ya Allah..

Aku memohon ampun kepada-Mu atas seluruh dosa yang badanku kuat melaksanakannya berkat kesehatan dari-Mu. Atau tanganku melakukannya dengan anugerah nikmat-Mu. Atau tanganku terulur kepadanya dengan kesempurnaan rezeki-Mu. Atau mengandalkan kesabaran-Mu ketika aku takut darinya. Atau berpegang atas kesantunan-Mu di dalamnya. Atau aku mengembalikannya pada kemurahan ampunan-Mu.

Ya Allah..

Aku memohon ampun atas semua dosa dimana aku telah mengkhianati amanahku, atau memperturutkan nafsuku, atau mengutamakan kelezatanku, atau mengikuti syahwatku, atau mengusahakannya untuk orang lain, atau menyesatkan orang lain yang mengikutiku, atau aku menang di dalamnya karena tipu dayaku, atau aku membuat tipu daya terhadap-Mu di dalamnya, lalu Engkau tidak menyiksaku atas perbuatan itu, ketika Engkau-Mahasuci Engkau-benci terhadap maksiat hamba, tetapi Engkau telah lebih dahulu mengetahui pilihanku dan keinginanku yang aku laksanakan, lalu Engkau bersabar atasku, Engkau tidak memasukkanku di dalamnya secara paksa, Engkau tidak membawaku di dalamnya secara paksa, dan Engkau tidak menzalimiku sedikit pun, wahat Zat Yang Maha Penyayang, wahai Sahabat ketika aku dalam kesulitan, wahai Tuhan yang menentramkan jiwa saat aku sendirian, wahai Zat yang menjagaku ketika aku terasing, wahai Waliku saat beroleh kenikmatan, wahai Tuhan yang menghilangkan kesusahanku, wahai Zat yang mendengarkan do’aku, wahai Tuhan yang menyayangi linangan air mataku, wahai Zat yang memaafkan kesalahanku.

Wahai Tuhan yang sebenarnya, wahai sandaranku yang Mahakuat, wahai harapanku dalam kesempitan, wahai Tuhanku yang Maha pengasih, wahai penguasa Ka’bah..

Keluarkan aku dari lingkaran sempit menuju jalan yang luas. Uraikanlah simpul yang paling dekat. Hilangkan segala kesempitan dan kesulitan. Cukupi aku dengan sesuatu yang kusanggupi dan yang tak kusanggupi.

Ya Allah..

Hilangkan segala kesusahan dan kesedihan. Keluarkan aku dari segala kesusahan dan kedukaan. Wahai Zat yang menghilangkan kesedihan, yang menghilangkan kesusahan, yang menurunkan hujan, yang mengabulkan permohonan orang yang terhimpit, yang Maha pengasih di dunia dan akhira, limpahkan kesejahteraan kepada hamba pilihan-Mu, nabi Muhammad saw, dan juga kepada keluarganya yang baik lagi suci. Hilangkan kesempitan dalam dada yang menguras kesabaranku, membuntukan jalan pikiranku, melemahkan kekuatanku, wahai Tuhan yang menepis segala derita dan petaka, yang mengetahui segala yang rahasia dan tersembunyi. Wahai Tuhan Yang Maha Pengasih, kuserahkan persoalanku kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat hamba-hamba-Nya. Tak ada pertolongan yang bisa kuraih selain dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal. Dialah Tuhan penguasa Arasy yang Agung.

 

– o –

Categories: Serba-serbi :) | Leave a comment

PENTINGNYA ORGANISASI

By: Ira S. Rahman

 

Organisasi dalam dunia perkuliahan sangat dibutuhkan bagi setiap mahasiswa. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menjadi aktifis dalam suatu organisasi, terutama untuk masa depan. Dengan terbiasa ikut organisasi, jiwa kepemimpinan (leadership) akan terlatih. Karena pada dasarnya “setiap manusia adalah pemimpin”, minimal untuk dirinya sendiri. Orang yang mengikuti organisasi dipandang lebih memiliki inisiatif serta dapat memotivasi diri sendiri dan orang lain.

Selain itu, sebagai makhluk social, manusia mempunyai hubungan saling ketergantungan dengan orang lain. Sama halnya dalam berorganisasi, dengan aktif dalam berorganisasi, aka nada banyak orang baru yang bisa dikenal, sehingga mampu berinteraksi dengan banyak orang dan belajar dari orang lain. Tidak hanya teman satu angkatan, senior, mahasiswa dari jurusan lain, maupun mahasiswa dari universitas lain. Dengan banyaknya relasi, makin banyak pula link yang didapatkan untuk memperoleh informasi. Mahasiswa yang berkecimpung dalam organisasi umumnya memiliki karakter yang lebih aktif dibandingkan mahasiswa yang tidak ikut organisasi. Orang yang aktif dalam berorganisasi sudah terbiasa berbicara di depan umum dan menyampaikan aspirasi dari setiap permasalahan yang ada.

Namun, terkadang masih banyak mahasiswa yang menganggap ikut organisasi itu tidak penting, karena akan mengganggu perkuliahan ataupun memotong jam belajar. Pemikiran seperti ini banyak dijumpai pada mahasiswa di hamper setiap universitas. Tapi, kembali lagi ke individu masing-masing. Memang waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar dan mengerjakan tugas akan berkurang, sementara kuantitas tugas akan sama saja. Agar keduanya dapat berjalan lancar, manajemen waktu yang baik wajib dilakukan. Jika bisa memanajemen waktu dengan baik, kita pasti bisa memprioritaskan mana yang lebih penting untuk dikerjakan terlebih dahulu.

Dampak organisasi juga berpengaruh untuk negara. Karena suatu kampus merupakan miniatur suatu negara apabila di dalamnya terdapat yang aktif dalam berorganisasi. Seperti yang pernah dikatakan Bung Karno, “Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya. Berikan aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Artinya, dengan pemuda yang berani dan berwawasan tinggi mampu membangun negara yang lebih baik. Disinilah peran mahasiswa dibutuhkan. Mahasiswa sebagai kaum intelektual terdidik memiliki peran besar dalam memberikan sumbangsih pemikiran yang cerdas dan kritis. Mahasiswa yang berperan sebagai agent of change (agen dari suatu perubahan, social control (control social), dan iron stock (calon pemimpin masa depan) ini dapat dibentuk dari mahasiswa yang aktif dalam berorganisasi. Karena selain pengetahuan yang baik, pengalaman berorganisasi juga sangat diperlukan untuk mencetak generasi pemimpin bangsa yang unggul dan berkompeten untuk memajukan bangsa.

 

– o –

Categories: Serba-serbi :) | 8 Comments

Masyarakat Madani

BAB I

PENDAHULUAN

 

Masyarakat madani merupakan masyarakat yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istiadat, dan agama.[1] Masyarakat madani tidak hanya di identikkan dengan negara, namun kini dipahami sebagai kemandirian aktivitas warga masyarakat sebagai “area tempat berbagai gerakan sosial”[2] (seperti himpunan ketetanggaan, kelompok wanita, kelompok keagamaan, dan kelompok intelektual) serta organisasi sipil dari semua kelas (seperti ahli hukum, wartawan, serikat buruh dan usahawan) berusaha menyatakan diri mereka dalam suatu himpunan, sehingga mereka dapat mengekspresikan diri mereka sendiri dan memajukan berbagai kepentingan mereka. Untuk kondisi Indonesia sekarang, kata Madani dapat dihadapkan dengan istilah masyarakat Modern.

Indonesia yang notabenenya adalah mayoritas muslim terbanyak di dunia yang mencapai 80% dari keseluruhan masyarakatnya, ternyata hanya mempunyai 10% saja kualitasnya. Hal ini begitu ironi, mengingat sedikitnya masyarakat non-muslim tetapi mempunyai kualitas yang maksimal. Sehingga dari permasalahan inilah dapat menimbulkan konflik antar umat beragama. Terjadinya konflik antar agama seolah-olah menggambarkan wajah keagamaan dari sisi yang berbeda, secara diametral sangat kontradiktif, berlawanan seperti siang dan malam, yang satu mengajarkan kasih dan sayang, yang lain benci dan dendam.[3] Meskipun setiap agama mengajarkan perdamaian, kebersamaan sekaligus menebar misi kemaslahatan bagi lingkungan disekitarnya. Namun dalam tataran sosiologis, wajah agama tidak seideal seperti yang diharapkan tersebut. Kerap kali raut wajah agama tampak tercoreng dan ternoda dalam kecamuk konflik sosial, budaya, dan politik. Demikian itu sebenarnya bukan kesalahan ajaran agama itu sendiri, namun lebih diakibatkan human error, yakni sikap sebagian para pemeluknya yang kadangkala menafsirkan ajaran teologis-normatif secara serampangan.[4]

 

Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang akan dibahas pada makalah ini adalah :

1.        Apakah hubungan antar tetangga yang berbeda keyakinan dalam suatu lingkungan masyarakat telah mencerminkan budaya masyarakat madani?

BAB II

ISI

 

A.     Landasan Teori

Masyarakat Madani merupakan wacana yang telah mengalami proses yang panjang. Ia muncul bersamaan dengan proses modernisasi, terutama pada saat terjadi transformasi dari masyarakat feodal menuju masyarakat Barat modern.[5] Istilah masyarakat Madani sebenarnya telah lama hadir di bumi, walaupun dalam wacana akademi di Indonesia belakangan mulai tersosialisasi. “Dalam bahasa Inggris ia lebih dikenal dengan sebutan Civil Society”. Sebab, “masyarakat Madani”, sebagai terjemahan kata civil society atau al-muftama’ al-madani.[6]

Istilah civil society juga ada yang mengartikannya identik dengan “masyarakat berbudaya” (civilized society). Lawannya adalah “masyarakat liar” (savage society). Pemahaman yang melatari arti ini sekedar mudahnya, agar orang menarik perbandingan dimana kata yang petama merujuk pada masyarakat yang saling menghargai nilai-nilai sosial kemanusiaan. Eksistensi civil society sebagai sebuah abstraksi sosial diperhadapkan secara kontradiktif dengan masyarakat alami (natural society).[7]

Kata madani sepintas orang mendengar asosiasinya dengan kata Madinah, memang demikian karena kata Madani berasal dari dan terjalin erat secara etimologi dan terminologi dengan Madinah yang kemudian menjadi ibukota pertama pemerintahan Muslim. Maka, “Kalangan pemikir muslim mengartikan civil society dengan cara memberi atribut keislaman madani (attributive dari kata al-Madani). Oleh karena itu, civil society dipandang dengan masyarakat madani yang pada masyarakat idial di (kota) Madinah yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW. Dalam masyarakat tersebut Nabi berhasil memberlakukan nilai-nilai keadilan, prinsip kesetaraan hukum, jaminan kesejahteraan bagi semua warga, serta perlindungan terhadap kelompok minoritas. Dengan begitu, kalangan pemikir Muslim menganggap masyarakat (kota) Madinah sebagai prototype masyarakat ideal produk Islam yang dapat dipersandingkan dengan masyarakat ideal dalam konsep civil society.[8]

Di Indonesia, masyarakat madani mengalami penerjemahan yang berbeda-beda dengan sudut pandang yang berbeda pula, seperti[9] :

1.        Masyarakat Madani : sistem sosial yang subur yang diasakan kepada prinsip moral yang menjamin keseimbangan antara kebebasan perseorangan dengan kestabilan masyarakat.

2.        Masyarakat Sipil : prasyarat masyarakat dan negara dalam rangka proses penciptaan dunia secara mendasar baru dan lebih baik.

3.        Masyarakat Kewargaan : konsep yang merupakan respon dari keinginan untuk menciptakan warga negara sebagai bagian integral negara yang mempunyai andil dalam setiap perkembangan dan kemajuan negara (state).

4.        Civil Society : wilayah-wilayah kehidupan sosial yang terorganisasi dan bercirikan antara lain kesukarelaan (voluntary), keswasembadaan (self-generating), dan keswadayaan (self-supporting), kemandirian tinggi berhadapan dengan negara, dan keterkaitan dengan norma-norma atau nilai-nilai hukum yang diikuti oleh warganya.

Karakteristik masyarakat madani, antara lain[10] :

1.        Free Public Spehere

Adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat. Sebagai sebuah prasyarat, maka untuk mengembangkan dan mewujudkan masyarakat madani dalam sebuah tatanan masyarakat, free public sphere menjadi salah satu bagian yang harus diperhatikan.

2.        Demokratis

Demokratis merupakan satu entitas yang menjadi penegak wacana masyarakat madani, dimana dalam menjalani kehidupan, warga negara memiliki kebebasan penuh untuk menjalankan aktivitas kesehariannya, termasuk dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Demokratis berarti masyarakat dapat berlaku santun dalam pola hubungan interaksi dengan masyarakat sekitarnya dengan tidak mempertimbangkan suku, ras, dan agama.

3.        Toleran

Toleran merupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh kelompok masyarakat lain yang berbeda.

4.        Pluralisme

Pluralisme tidak bisa dipahami hanya dengan sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang majemuk, tetapi harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima kenyataan pluralisme itu sebagai bernilai positif, merupakan rahmat Tuhan.

5.        Keadilan Sosial (Social Justice)

Keadilan yang dimaksudkan untuk menyebutkan keseimbangan dan pembagian yang proporsional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Masyarakat memiliki hak yang sama dalam memperoleh kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah (penguasa).

Pilar penegak masyarakat madani adalah institusi-institusi yang menjadi bagian dari social control yang berfungsi mengkritisi kebijakan-kebijakan penguasa yang diskriminatif serta mampu memperjuangkan aspirasi masyarakat yang tertindas. Dalam penegakan masyarakat madani, pilar-pilar tersebut menjadi prasyarat mutlak bagi terwujudnya kekuatan masyarakat madani. Pilar-pilar tersebut antara lain[11] :

1.        Lembaga Swadaya Masyarakat, adalah institusi sosial yang dibentuk oleh swadaya masyarakat yang tugas esensinya adalah membantu dan memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat tertindas.

2.        Pers, merupakan institusi yang penting dalam penegakan masyarakat madani, karena memungkinkannya dapat mengkritisi dan menjadi bagian dari social control yang dapat mengaanalisa serta mempublikasikan berbagai kebijakan pemerintah yang berkenaan dengan warganegaranya.

3.        Supremasi Hukum, setiap warga negara, baik yang duduk dalam formasi pemerintahan maupun sebagai rakyat harus tunduk kepada (aturan) hukum.

4.        Perguruan Tinggi, yakni tempat dimana civitas akademikanya merupakan bagian dari kekuatan sosial dan masyarakat madani yang bergerak pada jalur moral force untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dan mengkritisi berbagai kebijakan pemerintah.

5.        Partai Politik, merupakan wahana bagi warga negara untuk dapat menyalurkan aspirasi politiknya.

 

 Kehidupan Bertetangga

Manusia adalah makhluk sosial yang harus bergaul dengan manusia lainnya dan tidak bisa menyendiri, tetapi harus berhubungan dan berinteraksi dengan sesamanya. Dalam bertetangga kita pasti akan saling membutuhkan satu sama lain.Tetangga merupakan orang yang kediamannya dekat dengan kita. Sebutan tetangga cakupannya umum. Tidak memandang siapa tetangga tersebut, baik yang muslim ataupun yang non-muslim, ahli ibadah ataupun orang biasa, teman ataupun musuh. Namun pengertian tetangga tidak hanya terbatas pada tetangga dalam artian hunian, tapi lebih luas dari itu. Sehingga juga mencakup tetangga di tempat kerja, di bangku sekolah, pasar, teman perjalanan, dan yang semisalnya.

Secara umum ada tiga kriteria tetangga, seperti yang dijelaskan para ulama[12] :

1.        Tetangga mempunyai tiga hak, yaitu tetangga muslim yang masih ada hubungan kekerabatan. Ia mempunyai hak kekerabatan, hak tetangga, dan hak Islam.

2.        Tetangga mempunyai dua hak, yaitu tetangga muslim namun tidak ada hubungan kekerabatan. Baginya hak Islam dan hak tetangga.

3.        Tetangga mempunyai satu hak, yaitu tetangga yang kafir. Baginya hak tetangga.

 

Gambaran Umum Kota Palembang

Kota Palembang adalah ibukota propinsi Sumatera Selatan yang mempunyai luas wilayah 400.61 km2 dengan jumlah penduduk 1.417.047 jiwa, yang berarti setiap km2 dihuni oleh 3.537 jiwa. Kota Palembang dibelah oleh Sungai Musi menjadi dua daerah, yaitu Seberang Ilir dan Seberang Ulu.[13]

Kota Palembang berbatasan dengan daerah-daerah sebagai berikut[14] :

·           Sebelah Utara berbatasan dengan desa Pangkalan Benteng, desa Gasing, dan Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa Kab. Banyuasin.

·           Sebelah Selatan berbatasan dengan desa Bakung Kec. Inderalaya Kab. Ogan Komering Ilir dan Kec. Gelumbang Kab.Muara Enim.

·           Sebelah Timur berbatasan dengan desa Balai Makmur Kec. Banyuasin I Kab. Banyuasin.

·           Sebelah Barat berbatasan dengan desa Sukajadi Kec. Talang Kelapa Kab. Banyuasin.

Kota Palembang terdiri dari enam belas kecamatan, yaitu Kec. Ilir Timur I, Ilir Timur II, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Sukarame, Sako, Bukit Kecil, Gandus, Kemuning, Kalidoni, Plaju, Kertapati dan 2 kecamatan yang baru yaitu Kecamatan Alang-Alang Lebar dan Sematang Borang.[15] Dalam makalah ini penulis mengambil sampel dari kec. Ilir Timir II, tepatnya di Jl. Seduduk Putih I.

 

A.     Pembahasan

Berdasarkan berbagai referensi dan penelitian yang telah dilakukan penulis, didapat bahwa jumlah warga non-muslim di Jl. Seduduk Putih I kec. Ilir Timur II Palembang adalah 3 kepala keluarga. Satu diantaranya beragama Budha dan dua lainnya beragama Kristen. Yang menarik dari hal ini yaitu keluarga yang beragama Budha tinggal satu rumah dengan keluarganya yang beragama Islam. Sehingga menimbulkan satu tanda tanya bagi penulis untuk melakukan penelitian mengenai kerukunan, komunikasi, dan interaksi yang mereka lakukan.

Ada beberapa konsep yang perlu dijelaskan disini, yaitu mengenai kerjasama. Kerjasama itu sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama. Kerjasama akan menimbulkan suatu interaksi yang dapat membuat kekompakkan antara suatu kelompok dengan kelompok lainnya, sehingga dapat meleburkan perbedaan yang ada. Umat beragama adalah penganut suatu agama yang berkembang di masyarakat. Terdapat tiga aspek dalam hal ini, yaitu kepercayaan, peribadatan, dan sosiologis.

Namun kadangkala diantara umat beragamapun masih sering terjadi konflik. Hal ini disebabkan karena kurang terjalinnya rasa persatuan dan kebersamaan antar tetangga yang berbeda keyakinan. Konflik memang suatu bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun konflik sebagai gejala yang tidak mungkin dihindari dalam masyarakat. Seperti yang terjadi pada salah satu keluarga yang menganut agama nasrani di lingkungan Seduduk Putih. Karena kesibukan dan kurangnya interaksi antar tetangga sehingga menyebabkan para warga yang lain tidak mengenal mereka. Jangankan untuk saling bertanya kabar, terlihat salah satu anggota keluarga keluar rumah untuk sekedar berkeliling pun tidak pernah. Padahal mereka sudah menetap kurang lebih 3 tahun. Sehingga tak jarang keluarga ini menjadi buah bibir bagi tetangga disekitarnya. Indonesia yang didalamnya memeluk beberapa kepercayaan agama yang berbeda, kerap kali penganutnya menampakkan hubungan yang tidak harmonis, ini disebabkan karena lebih didukung dengan sikapprasangkaketimbang sikap saling menghargai diantara pemeluknya.

Berbeda halnya dengan penganut agama ganda dalam satu atap tadi. Hubungan antara kedua anggota keluarga tersebut justru terlihat begitu baik. Mereka menjalankan aktivitas dan ibadah sesuai dengan agama yang mereka anut tanpa mengganggu yang lainnya. Bahkan ketika memasuki bulan suci Ramadhan, tak jarang yang lainnya ikut berpuasa untuk menghormati mereka  yang juga sedang puasa. Begitu juga ketika hari raya Waisak tiba, saat penganut agama Budha pergi ke Vihara ataupun di rumah saja untuk sembahyang, yang muslim tidak mengganggu. Perlu diketahui bahwa di dalam rumah mereka pun terdapat tempat sembahyang, dupa, dan berbagai peralatan beribadah untuk masing-masing keyakinan. Tidak hanya hubungan antar keluarga, hubungan antar tetangga juga terjalin baik. Disamping mereka yang kebetulan berprofesi sebagai penjual tahu keliling, yang menuntut untuk terjadinya kontak dengan pelanggan dan tetangga, keluarga mereka juga dikenal sebagai orang yang ramah dan jujur dalam berdagang.

Kembali ke penganut lainnya, yaitu pemeluk agama Kristen yang lain. Berbeda dari pemeluk nasrani sebelumnya, keluarga ini terlihat ada komunikasi dan interaksi antar tetangga, walaupun tidak seramah penganut agama Budha tadi.

Kesemarakan kehidupan beragama terdapat banyak kegiatan keagamaan masyarakat. Seperti setiap hari Minggu penganut Kristiani melakukan ibadat di gereja-gereja, umat Budha beribadah di Vihara, masyarakat Hindu melakukan ibadahnya di Pura-pura, sedangkan kegiatan keagamaan untuk agama Islam dilakukan di Masjid-masjid, Mushollah-mushollah, atau Langgar-langgar.

Masyarakat di wilayah Seduduk Putih I dapat hidup rukun dan damai, saling menghormati dan menghargai antara sesama umat berbeda agama. Hal ini dilakukan atas dasar kemanusiaan, bahwa sebagai bangsa Indonesia dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan untuk dapat hidup saling berbuat baik kepada siapapun.

Dalam hal agama, Allah tidak memaksa. Dalam Al-Qur’an disebutkan “Laa ikraaha fiddin” artinya tidak ada paksaan dalam memilih agama. Masyarakat di wilayah ini, khususnya agama Islam beranggapan bahwa hanya agama Islamlah yang paling benar sesuai keyakinan mereka yang didasari dengan dalil “Innaddiina ‘indallahil Islam” yang artinya: “Sesungguhnya di sisi Allah hanya Islamlah yang paling benar”, walaupun pernyataan ini tidak diungkapkan di muka umum. Namun demikian, anggapan tersebut bertolak belakang dengan anggapan orang non-muslim yang menyatakan bahwa semua agama adalah benar, sama-sama menuju surga, hanya jalannya saja yang berbeda.

Meskipun berbeda dalam meyakini agamanya, masyarakat selalu merayakan hari raya agama masing-masing dan tidak saling kunjung mengunjungi diantara umat yang berbeda agama, kecuali penganut ganda dalam satu tempat tinggal tadi. Begitu pula bagi agama Kristiani yang sedang merayakan Natal, mereka saling berkunjung ke rumah sesama umatnya, sedangkan umat Islam tidak berkunjung ke rumah umat non-muslim. Apabila ada umat non-muslim yang mendapat musibah seperti meninggal dunia, maka umat Islam hanya berkunjung sebatas mengetahui tetangganya meninggal. Masyarakat Islam di wilayah ini tidak membolehkan umat berbeda agama beribadah di rumahnya, tetapi umat non-muslim membolehkan umat berbeda agama melakukan ibadah di rumahnya, walaupun memang belum pernah ada umat muslim beribadah di rumah umat non-muslim di wilayah ini. Hal yang dijelaskan tersebut diatas tidak berlaku bagi penganut Budha yang satu rumah dengan penganut Islam. Karena mau tidak mau, dan suka tidak suka mereka melakukan ibadah di bawah atap yang sama.

Dalam masalah do’a bersama, masyarakat di wilayah ini jarang sekali mengadakan do’a bersama antar umat berbeda agama, kecuali dalam merayakan hari besar nasional seperti peringatan tujuh belas Agustus.

Kerjasama Antar Umat Beragama

Masyarakat yang berada di wilayah Seduduk Putih I ini dalam kehidupan sehari-hari bisa hidup rukun dan damai, dengan dasar tidak saling mengganggu, tidak saling merendahkan, dan tidak saling mencurigai agama orang lain.

Setiap manusia tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan seperti upacara perkawinan, khitanan, syukuran, kelahiran, dan sebagainya. Dalam pelaksanaan upacara tersebut, masyarakat merayakannya dengan mengundang teman-teman dan kerabat-kerabatnya terdekat dan para tetangga, walaupun berbeda agama. Biasanya umat non-muslim bila diundang oleh orang Islam sebagai tetangganya mereka datang menghadiri upacara tersebut. Namun jika umat non-muslim mengundang umat Islam ke upacaranya, jarang sekali terlihat orang muslim yang menghadiri undangan tersebut. Hal ini dikarenakan umat Islam memiliki keragu-raguan akan makanan yang disajikan oleh umat non-muslim. Jikalau datang pun hanya sebentar dan tidak sampai memakan makanan yang disediakan.

Manusia sebagai makhluk sosial tidak terlepas dari hubungan dengan sesama manusia dan makhluk lainnya. Tuhan telah menciptakan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa sari jenis laki-laki dan perempuan, tidak lain adalah untuk saling mengenal, terjadi interaksi sosial, saling bekerjasama dalam kegiatan ronda malam, bersama-sama antar umat berbeda agama dalam hal kerja bakti membersihkan selokan, dan membersihkan jalan antar sesama warga ataupun Rukun Tetangga (RT).

Dengan kata lain pengembangan agama dan kehidupan keagamaan di satu pihak tidak boleh menjurus kearah tumbuhnya pemikiran dan pemahaman agama yang sempit. Di sisi lain toleransi umat beragama tidak boleh mengorbankan keyakinan agama masing-masing.

Ketidak harmonisan hubungan antarumat beragama merupakan salah satu dinamika dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dikarenakan adanya interaksi atau kerjasama sosial diantara masing-masing umat beragama yang mempunyai nilai-nilai atau acuan yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang kehidupan ekonomi, politik, pendidikan, suku, dan agama.

Kerjasama yang rukun bisa terjadi apabila diantara mereka saling membutuhkan, saling menghargai perbedaan, saling tolong menolong, saling membantu, dan mampu menyatukan pendapat. Tetapi sebaliknya, konflik bisa saja terjadi bila masing-masing umat beragama tidak mampu menyamakan persepsinya. Konflik sosial dan kelas yang terjadi di Indonesia seringkali diartikulasikan dalam bentuk perseteruan ras dan keagamaan. Ada sebab yang memang sangat pelik, mengapa konflik antar agama di Indonesia sering terjadi. Hal ini tidak lepas dari sejarah yang memang sudah mengalami hubungan yang tidak harmonis diantara umat beragama.

Dalam masyarakat terjadi interaksi sosial antar komponen, baik secara individual, kelompok, maupun lembaga. Sesama umat beragama dapat hidup berdampingan, saling berhubungan antar suku, saling mempengaruhi, menjaga dan menghargai dalam harmonitas sosial yang terbina berdasarkan nilai dan norma yang berlaku. Yang menjadi masalah ialah adanya kegiatan-kegiatan keagamaan yang bersifat eksklusif, tidak bisa dikerjasamakan kecuali dalam kegiatan-kegiatan sosial.

BAB III

KESIMPULAN

 

Berdasarkan penelitian dan analisis yang telah dilakukan penulis di Jl. Seduduk Putih I kec. Ilir Timur II Palembang, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hubungan antartetangga yang berbeda keyakinan dalam lingkungan masyarakat sudah cukup baik, hanya saja untuk mencerminkan masyarakat madani itu belum memenuhi.

DAFTAR PUSTAKA

 

Azra, Azyumardi. 2003. Pendidikan Kewargaan. Jakarta: Prenada Media

Culla, Adi Suryadi. 1999. Masyarakat Madani. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Assegaf, Arifin. 2003. Agama dan Kekerasan. Yogyakarta: Interfidei Newsletter

Hamim, Thoha. 2007. Resolusi Konflik Islam Indonesia. Yogyakarta: LKiS Aksara

Wartawarga Student Journalism (http://wartawarga.gunadarma.ac.id/ : 17 Juni 2012)

Konsep Masyarakat Madani di Indonesia (http://zulfikarnasution.wordpress.com/ : 17 Juni 2012)

Tetangga Idaman (http://abu-riyadl.blogspot.com/ : 19 Juni 2012)

Dinas Kesehatan Kota Palembang (Profil Kesehatan Kota Palembang 2008)


[15] Dinas Kesehatan Kota Palembang (Profil Kesehatan Kota Palembang 2008 : 6)


[12] Tetangga Idaman (http://abu-riyadl.blogspot.com/ : 19 Juni 2012)

[13] Dinas Kesehatan Kota Palembang (Profil Kesehatan Kota Palembang 2008 : 5)

[14] Dinas Kesehatan Kota Palembang (Profil Kesehatan Kota Palembang 2008 : 5)


[11] Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Pendidikan Kewargaan, 2003 : 250)



[8] Wartawarga Student Journalism (http://wartawarga.gunadarma.ac.id/ : 17 Juni 2012)

[9] Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Pendidikan Kewargaan, 2003 : 240)

[10] Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Pendidikan Kewargaan, 2003 : 247)


[5] Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA (Pendidikan Kewargaan, 2003 : 238)

[6] Wartawarga Student Journalism (http://wartawarga.gunadarma.ac.id/ : 17 Juni 2012)

[7] Adi Suryadi Culla (Masyarakat Madani, 1999 : 5)


[4] Thoha Hamim (Resolusi Konflik Islam Indonesia, 2007 : 5)


[1] Wartawarga Student Journalism (http://wartawarga.gunadarma.ac.id/ : 17 Juni 2012)

[2] Konsep masyarakat madani di Indonesia (http://zulfikarnasution.wordpress.com/ : 17 Juni 2012)

[3] Arifin Assegaf (Agama dan Kekerasan, 2003 : 12)


Categories: IAIN Refah | Leave a comment

Create a free website or blog at WordPress.com.